Masuk usia 37 minggu kehamilan, deg-degan pasti campur aduk ya, Moms! Di titik ini, kehamilanmu sudah resmi masuk kategori cukup bulan (full term). Artinya, si kecil di dalam perut sudah siap banget buat lahir kapan saja, meskipun kebanyakan bayi biasanya milih buat anteng sampai minggu ke-38 atau ke-40.
Biar makin siap menyambut kehadiran si buah hati, yuk, kenalan sama apa aja sih yang lagi dialami bayi kita di dalam perut minggu ini!
1. Ukurannya Udah Kayak Buah Melon
Bayi kamu sekarang ukurannya sudah mirip buah melon ukuran sedang! Panjang badannya rata-rata sudah sekitar 48 hingga 50 sentimeter, dengan berat badan yang menyentuh kisaran 2,8 sampai 3 kilogram. Karena ruang di dalam rahim makin sempit, jangan kaget kalau gerakan tendangannya terasa makin padat, kuat, dan sesekali bikin perut berasa agak nyeri.
2. Organ Tubuh Udah Siap "Action" di Luar
Di usia 37 minggu ini, semua organ vital si kecil sudah matang dan berfungsi penuh:
- Paru-paru
- Otak
- Sistem Pencernaan
3. Kulit Makin Mulus dan "Chubby"
Lapisan pelindung putih yang tadinya nutupin tubuh bayi (disebut vernix caseosa) sekarang mulai meluruh sedikit demi sedikit. Kulit si kecil yang tadinya keriput karena kelamaan di air ketuban sekarang udah makin mulus, padat, dan chubby berkat timbunan lemak di bawah kulitnya. Rambut halusnya (lanugo) juga sebagian besar udah rontok, lho.
4. Posisi Udah "Ngedrop" ke Panggul
Buat sebagian besar moms, di minggu ke-37 ini kepala bayi biasanya sudah bergeser turun masuk ke dalam panggul (istilah medisnya engagement atau masuk panggul). Untungnya, posisi ini bikin kamu jadi agak gampang bernapas karena tekanan di diafragma berkurang. Tapi, siap-siap juga sering bolak-balik ke kamar mandi ya, karena kepala si kecil sekarang menekan kandung kemihmu!
Di minggu-minggu ini, selalu peka sama tanda-tanda persalinan ya, seperti kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang makin sering, keluarnya lendir bercampur darah, atau pecahnya air ketuban.
Menuju garis akhir kehamilan ini, wajar banget kalau perasaan campur aduk antara
tidak sabar, takut, dan takjub jadi satu. Tapi ingat, tubuh perempuan itu sudah dirancang sedemikian rupa untuk melewati momen ini.
Pada akhirnya, melahirkan bukan sekadar soal teknik pernapasan atau seberapa siap perlengkapan bayi di rumah. Bahkan melahirkan itu tentang kepercayaan diri, percaya pada kekuatan tubuhmu sendiri, percaya pada prosesnya, dan percaya bahwa kamu mampu melewati fase ini demi memeluk si kecil.
Tarik napas dalam-dalam, yakinlah bahwa kamu hebat, dan nikmati sisa perjalanan indah ini, ya, Moms!
Gimana, Moms, udah siap mental dan fisik buat ketemu si kecil kesayangan? Ada persiapan terakhir yang bikin kamu masih deg-degan nggak nih?
0 komentar